ABNnews – Layanan transportasi rel urban, KRL Commuter Line, kini menegaskan diri sebagai raja mobilitas di wilayah Jabodetabek. Data terbaru menunjukkan KRL telah melampaui rekor capaian penumpang sebelum pandemi, membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi massal ini.
Pada tahun 2025, layanan KRL Jabodetabek melayani 349.311.251 pengguna. Angka ini jauh melampaui rekor pra-pandemi pada 2018 (336,7 juta pengguna).
Sejalan dengan pertumbuhan penumpang, frekuensi perjalanan harian KRL juga meningkat stabil, mencapai 1.063 perjalanan per hari pada tahun 2025.
Tren kenaikan pengguna KRL sangat konsisten dalam satu dekade terakhir:
Tahun Jumlah Pengguna (Jiwa)
2018 336.798.525
2022 217.964.892
2023 290.890.677
2024 328.153.923
2025 349.311.251
Dukungan Penuh Negara: Rp 5 Triliun dan 30 Rangkaian KRL Baru
Vice President Corporate Communication Anne Purba menyampaikan, data pertumbuhan ini menjadi dasar penting bagi rencana penguatan layanan ke depan.
“Pertumbuhan pengguna dan frekuensi perjalanan yang konsisten menunjukkan peran strategis KRL dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat Jabodetabek. Kesiapan sarana menjadi faktor utama agar kualitas layanan dapat terus terjaga,” ujar Anne.
Komitmen untuk menjaga kualitas ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengadaan 30 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan meningkatkan alokasi anggaran menjadi Rp 5 triliun.
Menurut Anne, dukungan anggaran fantastis ini menjadi landasan strategis untuk memastikan layanan transportasi publik di kawasan dengan tingkat mobilitas tertinggi ini tetap andal, nyaman, dan mampu mendukung produktivitas masyarakat secara berkelanjutan.













