banner 728x250

Bukan Sekadar Kilang, Ini Dapur Raksasa Pertamina yang Bikin Indonesia Swasembada Energi!

Foto dok Pertamina

ABNnews – Kilauan cahaya terang dari Kilang Balikpapan kini menghiasi Jalan Yos Sudarso. Namun, ini bukan sekadar pemandangan biasa. Kilang Balikpapan, sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), telah menjelma menjadi sebuah infrastruktur energi terintegrasi yang canggih.

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dikembangkan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), didesain untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

Untuk memahami besarnya proyek ini, bayangkan sebuah Dapur Raksasa yang Modern!

‘Kompor’ Menyala Stabil Berkat Pipa Gas 78 KM

Agar kilang bisa ‘memasak’ minyak mentah lebih efisien, dibutuhkan energi panas yang masif dan stabil. Infrastruktur ini menjawabnya dengan:
1. Pipa Gas Senipah-Balikpapan: Sepanjang 78 km, pipa ini berfungsi sebagai “selang gas” berkapasitas alir 125 MMSCFD. Ini memastikan “kompor” kilang tetap menyala stabil untuk mengolah minyak tanpa henti.

2. SPM Raksasa: Di perairan Penajam Paser Utara, Pertamina membangun Single Point Mooring (SPM)—dermaga terapung yang mampu menambatkan kapal raksasa (Very Large Crude Carrier/VLCC) berkapasitas 320.000 DWT.

3. Gudang Bahan Baku: Pertamina juga membangun dua tangki raksasa di Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas 1 juta barel, sehingga total cadangan penyimpanan nasional bertambah menjadi 7,6 juta barel.


‘Koki Ahli’ RFCC: Produksi BBM Euro V dan Avtur Sendiri

Jantung dari kilang ini, fasilitas Crude Distillation Unit (CDU), kini ditingkatkan kapasitasnya menjadi 360 ribu barel minyak per hari, jauh di atas kapasitas sebelumnya yang hanya 260 ribu barel.

Selain itu, unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) bertindak sebagai “koki ahli” yang mampu mengubah residu sisa olahan menjadi produk bernilai tinggi.

Kilang Balikpapan kini mampu memproduksi berbagai variasi “makanan” berkualitas tinggi, termasuk BBM Gasoline, Diesel, dan Avtur dengan standar EURO V yang ramah lingkungan, LPG, hingga produk Petrokimia seperti Propylene dan sulfur.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan RDMP Balikpapan bukan hanya tentang kilang, tetapi tentang kedaulatan.

“Dengan infrastruktur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, kita memastikan energi yang dikonsumsi masyarakat adalah hasil keringat bangsa sendiri,” tutup Baron.

Sinergi sistem ini memberikan dampak nyata berupa pengurangan impor BBM dan penghematan devisa, mendukung penuh komitmen Pertamina terhadap prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *