banner 728x250

Harga Pangan ‘Nakal’ Pasca Bencana, Pemerintah Blak-blakan Bongkar Trik Last Mile Pos Indonesia!

Foto dok Kemenko Perekonomian

ABNnews – Pemerintah bergerak cepat mengendalikan inflasi pangan yang ‘nakal’ pasca-bencana alam. Jurus utamanya? Memperkuat total rantai pasok dan distribusi komoditas pangan!
Langkah strategis terbaru yang diresmikan adalah kolaborasi ‘sakti’ antara PT Pos Indonesia (Persero) dan Rumah Tani Nusantara.

Sinergi ini ditujukan untuk satu hal, memastikan pangan dari sentra produksi sampai ke wilayah terdampak bencana secara cepat, merata, dan super efisien.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, memberikan applause penuh atas kerja sama ini.

“Secara kemanusiaan kita sangat empati, setelah tanggap darurat selesai aktivitas ekonomi harus tetap jalan. Untuk mendorong aktivitas ekonomi jalan kembali, kami dari Kemenko Perekonomian sangat menyambut baik kerja sama ini,” kata Ferry saat acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Bandung, Selasa (6/1).

Sumatera Terganggu, Inflasi Mengintai

Bencana alam yang menerjang sejumlah wilayah, terutama di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, ternyata bukan hanya merusak fisik, tapi juga mengganggu produksi dan distribusi pangan secara serius. Dampaknya? Pasokan jadi seret, biaya logistik melambung tinggi, dan potensi tekanan inflasi pangan kian besar.

Tak heran, penguatan distribusi menjadi kunci utama untuk menjaga harga tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak anjlok.

Pemerintah sendiri sudah menggeber berbagai kebijakan khusus untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah yang terdampak. Beberapa di antaranya:

* KUR Spesial: Ada perlakuan khusus seperti grace period, restrukturisasi kredit, relaksasi agunan tambahan, dan percepatan penyaluran KUR baru, termasuk keringanan suku bunga/marjin.

* Akses Jalan Diperbaiki: Perbaikan infrastruktur dan akses jalan menjadi prioritas demi mengamankan jalur distribusi.

* Buffer Stock Dikerahkan: Pemanfaatan dan penguatan Cadangan Pangan Pemerintah untuk menstabilkan pasokan.

* Bantuan Cuan dan Produksi: Penyaluran bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan pemulihan produksi (benih, pupuk, alat pertanian) serta rehabilitasi lahan.


“Penguatan distribusi pangan pascabencana tidak dapat dilakukan secara sektoral. Pemerintah mendorong peran aktif BUMN logistik untuk bekerja sama dengan mitra usaha dan komunitas petani agar rantai pasok tetap berjalan, biaya logistik terkendali, dan harga pangan stabil,” jelas Deputi Ferry.

Trik Pos Indonesia: Kirim Pangan Sampai ke Pelosok!

Melalui kerja sama ini, PT Pos Indonesia akan menggunakan seluruh kekuatan jaringan logistik nasional dan layanan last mile-nya. Mereka siap ‘ngebut’ hingga ke wilayah pedesaan dan daerah yang selama ini sulit dijangkau. Inilah trik pemerintah untuk memastikan pangan benar-benar merata.

Sementara itu, Rumah Tani Nusantara berperan sebagai mitra petani, mulai dari pendampingan budidaya, penyerapan hasil panen, hingga bekerja sama dengan pelaku usaha untuk pemasaran komoditas. Tujuannya? Memastikan pasokan pangan terus berkelanjutan dari hulu sampai ke hilir.

Sinergi apik ini diharapkan mampu menekan volatilitas harga pangan dan menjadi penopang utama pengendalian inflasi secara berkelanjutan.

Ke depan, Pemerintah berencana terus mendorong model kolaborasi serupa dengan BUMN Logistik lainnya di berbagai daerah, sebagai bagian dari penguatan sistem logistik nasional. Integrasi data distribusi, pemantauan pasokan dan harga, serta koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat.

“Apa yang sudah kita lakukan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kita harapkan aktivitas ekonomi dapat berjalan kembali,” pungkas Deputi Ferry, penuh harap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *