banner 728x250

Lewat Program MANTRA, IKM Fesyen Bali Didorong Naik Kelas

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat fondasi manajemen usaha industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu tumbuh berkelanjutan dan adaptif menghadapi dinamika industri.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) yang bekerja sama dengan Business & Export Development Organization (BEDO) dalam penyelenggaraan Program Manajemen, Akselerasi, dan Transformasi (MANTRA) Bali.

Program MANTRA dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing IKM fesyen dan kriya melalui penerapan praktik manajemen yang bertanggung jawab dan kolaboratif berbasis metode ILO-SCORE. Pendekatan ini menitikberatkan pada pembenahan sistem kerja dan tata kelola usaha di tingkat unit produksi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan manajemen usaha menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi dan keberlanjutan IKM nasional. Menurutnya, peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada tata kelola yang tertata, efisien, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

“Program MANTRA menjadi salah satu instrumen penting Kementerian Perindustrian dalam membangun kapasitas manajerial IKM. Dengan manajemen yang lebih baik, pelaku usaha dapat mengelola sumber daya secara efektif, meningkatkan kualitas kerja, serta memperkuat daya saing produk fesyen dan kriya nasional,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (6/1).

Program MANTRA Bali dilaksanakan pada periode 12 November hingga 12 Desember 2025 melalui serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi dan kick-off, kurasi peserta, pembelajaran kelas, kunjungan industri, coaching langsung di tempat usaha, hingga sesi presentasi akhir.

Pendekatan komprehensif tersebut dirancang untuk membantu pelaku IKM mengidentifikasi persoalan utama di lingkungan kerja, menyusun rencana perbaikan, serta mengimplementasikan perubahan nyata pada aspek produktivitas, efisiensi, kualitas kerja, dan hubungan industrial.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, peningkatan produktivitas IKM perlu dimulai dari pembenahan manajemen dan sistem kerja di tingkat usaha. Menurutnya, transformasi cara kerja menjadi fondasi agar IKM lebih adaptif dan berdaya saing.

“Program MANTRA Bali menjadi contoh konkret bagaimana penataan manajemen produksi, penguatan disiplin kerja, serta kolaborasi antara manajemen dan pekerja mampu mendorong peningkatan produktivitas. Transformasi ini penting agar IKM fesyen dan kriya semakin efisien dan kompetitif,” kata Reni.

Sebanyak empat IKM terpilih mengikuti Program MANTRA Bali, yakni Geokraft (Kota Denpasar), Amod Bali (Kabupaten Gianyar), Jaya Dewata (Kabupaten Gianyar), dan TB Shop (Kabupaten Badung). Masing-masing peserta melakukan perbaikan bertahap yang disesuaikan dengan kondisi awal usaha.

Geokraft, misalnya, memperkuat pengendalian produksi melalui penerapan papan monitoring order, penataan arsip pola, serta pengelompokan material sisa produksi. Sementara Amod Bali membangun sistem pemantauan progres produksi berbasis timeline yang transparan, disertai penataan dan pelabelan material kerja untuk meningkatkan koordinasi dan keteraturan area produksi.

Jaya Dewata mulai menerapkan aspek keselamatan dan keteraturan kerja dengan menyediakan sarana P3K serta pelabelan bahan baku. Adapun TB Shop melakukan penataan dan pelabelan area kerja untuk memperjelas alur produksi dan memudahkan pengawasan.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menambahkan, Program MANTRA Bali tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan budaya kerja di lingkungan usaha.

“Melalui MANTRA Bali, kami mendorong IKM untuk berbenah dari aspek paling mendasar, membangun manajemen yang lebih tertata, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan daya saing ke depan,” jelas Dickie.

BPIFK berharap implementasi Program MANTRA Bali dapat menjadi model pengembangan IKM fesyen dan kriya berbasis manajemen berkelanjutan, yang mampu meningkatkan produktivitas kerja, efisiensi proses usaha, kualitas hubungan kerja, sekaligus memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *