ABNnews – Presiden Prabowo Subianto memberikan penekanan kuat mengenai soliditas koalisi partai pendukung pemerintahannya di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih. Namun, suasana tegang langsung mencair ketika Prabowo melontarkan candaan tentang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam bagian penutup Taklimat Awal Tahun 2026 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
“Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih,” ujar Prabowo, berkelakar seraya menutup sesi taklimat di kediaman pribadinya.
Sejarah Rivalitas Pilpres 2024
Candaan tersebut tentu merujuk pada rivalitas saat Pilpres 2024. Saat itu, PKB adalah pengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang bertarung melawan pasangan Prabowo-Gibran.
Meski demikian, pasca-kemenangan Prabowo-Gibran, PKB, bersama PKS dan NasDem, menyatakan dukungan kepada pemerintahan baru. Loyalitas ini diterjemahkan menjadi jatah kursi dalam Kabinet Merah Putih:
* Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB) menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
* Prof. Yassierli (teknokrat usulan PKS) menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan.
Retret Kabinet di Hambalang
Agenda di Padepokan Garuda Yaksa merupakan retret yang dihadiri seluruh anggota Kabinet Merah Putih, penasihat khusus, kepala badan, pimpinan lembaga, Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan tiga kepala staf TNI.
Sesi awal yang diisi dengan Taklimat Awal Tahun oleh Presiden Prabowo berlangsung terbuka, namun sesi berikutnya yang membahas strategi dan perencanaan pemerintahan berlangsung secara tertutup.













