ABNnews – Kabar baik datang dari sektor pangan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan ambisi pemerintah untuk mengekspor beras pada tahun 2026, sebuah capaian yang ia sebut sebagai sejarah Indonesia sejak merdeka.
Informasi ini disampaikan Amran saat menjadi penguji dalam sidang terbuka promosi doktor Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di Universitas Indonesia (UI), Senin (5/12/2025).
Amran menyebut, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada awal tahun 2026 sudah mencapai 3,25 juta ton. Namun, ia memberikan warning keras kepada Bulog agar tidak terjadi kegagalan saat panen raya pada Februari mendatang.
“Sekarang kan stok kita Rp 3,25 juta (ton). Kemudian, bulan Februari sudah panen. Bulan Februari sampai April, itu adalah produksi 70 persen. Kalau gagal produksi dari Februari-April, gagal republik ini untuk mengekspor,” ujar Amran di UI.
Dirut Bulog Dikejar Soal Kesiapan Gudang
Menyadari besarnya volume panen raya yang akan datang, Amran langsung mempertanyakan kesiapan gudang Bulog untuk menampung gabah atau beras. Infrastruktur pertanian pasca panen ini dinilai Amran sangat krusial.
“Insya Allah kita akan ekspor tahun 2026. Ini adalah sejarah Indonesia, pertama sejarah, selama kita merdeka,” tegas Amran.
Menanggapi Mentan, Rizal menjelaskan bahwa Bulog mendapat penugasan menyerap CBP sebanyak 4 juta ton sepanjang 2026, sesuai hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas).
Cari 500 Ribu Ton Kapasitas Tambahan, Numpang TNI-Polri
Rizal mengaku pihaknya sudah menyiapkan gudang cadangan. Target minimal stok gudang yang harus dimiliki Bulog di semester I 2026 ini adalah 2 juta ton.
“Sampai dengan hari ini, (stok gudang yang ada) mencapai 1,5 juta ton,” jawab Rizal.
Artinya, Bulog masih menyiapkan atau mencari gudang tambahan berkapasitas 500.000 ton.
Rizal menyebut, jika dihadapkan pada keadaan terpaksa karena gagal mendapatkan gudang, Bulog akan memanfaatkan infrastruktur milik TNI-Polri.
“Karena TNI jajaran juga memiliki gudang-gudang yang cukup besar, baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, mumpung TNI Angkatan Udara, bahkan dekat-dekat Polri, yang kami manfaatkan gudang-gudang tersebut,” jelas Rizal.













