banner 728x250

Menag Ingatkan Teknologi AI Berpotensi Timbulkan Dehumanisasi Jika Tidak Dikelola Secara Bijak

Menteri Agama memberikan keterangan pers usai memimpin upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, di Jakarta, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Biro Humas Kemenag)

ABNnews — Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyebut kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai teknologi bermata dua yang dapat membawa kemajuan besar sekaligus berpotensi menimbulkan dehumanisasi jika tidak dikelola secara bijak.

Menag menegaskan bahwa pengelolaan dan manajemen penggunaan AI menjadi hal yang sangat penting. Hal tersebut disampaikan Menag usai mengikuti upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 di kantor pusat Kementerian Agama.

“Artificial intelligence itu seperti atom. Ia bisa menjadi sumber energi yang sangat besar dan murah. Tetapi jika salah digunakan, dampaknya juga bisa sangat berbahaya,” ujar Menag, di Jakarta, Sabtu (03/01/2026).

“AI ini seperti pisau bermata dua. Karena itu harus dikelola dengan cermat dan bertanggung jawab. Tanpa pengelolaan yang tepat, risikonya bisa sangat serius,” lanjutnya.

Menag menyampaikan bahwa Kementerian Agama berperan memberikan arah moral dan spiritual dalam pengembangan teknologi, termasuk AI.

“Kami melihat pengembangan AI memerlukan bimbingan spiritual. Tanpa panduan nilai keagamaan, AI berpotensi melahirkan dehumanisasi baru. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” ucapnya.

Menag menambahkan, Kementerian Agama tengah menindaklanjuti Deklarasi Istiqlal sebagai bagian dari upaya memberi arah etis bagi pengembangan teknologi.

“Peran Kementerian Agama adalah memberikan direction kepada umat dan warga bangsa. AI tidak boleh menjadi bumerang atau malapetaka. Sebaliknya, teknologi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat kemajuan dan daya saing bangsa,” pungkasnya.

Menag juga menilai pendekatan etika dan spiritual dalam pengembangan AI menjadi penting di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan agar tidak menggerus martabat manusia.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *