ABNnews – Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah lintasan penyeberangan utama nasional. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pergerakan masyarakat masih terkelola dengan baik, terutama di lintasan strategis Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan tren arus balik mulai menguat seiring mendekatnya akhir masa libur serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Meski terjadi peningkatan volume penyeberangan, layanan operasional dipastikan tetap berjalan terkendali.
“Pergerakan arus balik memang mulai meningkat, namun seluruh sistem layanan berjalan dengan baik. Ini menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi kuat seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat,” ujar Heru.
Berdasarkan data Posko Bakauheni pada 31 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat sebanyak 24.020 orang. Angka tersebut naik 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang mencapai 5.749 unit atau meningkat 3,7% secara tahunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.317 unit atau melonjak 19,6%. Adapun kendaraan bus tercatat sebanyak 277 unit atau naik 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, arus balik juga menunjukkan dinamika tersendiri. Pada H+6, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa tercatat sebanyak 22.963 orang, turun tipis 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun demikian, total kendaraan justru mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sebanyak 7.698 unit kendaraan menyeberang atau naik 8,4% secara tahunan. Kenaikan paling tinggi terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.760 unit atau melonjak 18,3%, disusul truk logistik sebanyak 1.452 unit atau tumbuh 7,2%.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan perusahaan terus mengedepankan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalkan potensi kepadatan selama arus balik. Upaya tersebut antara lain penerapan delaying system di sejumlah buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
Dari sisi operasional, ASDP mengoptimalkan pola operasi armada dengan mengoperasikan 28 kapal pada kondisi normal. Jumlah tersebut dapat ditingkatkan menjadi 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat kondisi sangat padat.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh langkah antisipatif telah disiapkan, dan kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa,” ujar Windy.
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy. Pengisian data diri yang akurat dinilai penting untuk mempercepat proses layanan di pelabuhan serta memastikan hak pengguna jasa tetap terpenuhi apabila terjadi kondisi tidak terduga.
Terkait faktor cuaca, Windy menambahkan ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca. Pengguna jasa diimbau mengutamakan keselamatan, terutama di lintasan Jawa–Bali yang masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga awal Maret 2026.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu mencermati informasi cuaca terkini dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan apabila kondisi perairan tidak memungkinkan, demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” katanya.
Secara kumulatif, sejak H hingga H+6, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 230.350 orang atau naik 4,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Total kendaraan tercatat sebanyak 57.177 unit atau meningkat 7,3%.
Sementara itu, penumpang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat sebanyak 190.283 orang atau turun 2,9% secara tahunan. Namun, total kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit atau naik 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai penghubung utama mobilitas antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di awal 2026.













