banner 728x250

Polisi Ungkap Kelakuan Ayah Banting Bayinya di Ciputat: Sering Mabuk dan Main Judol

IS pelaku banting bayinya sendiri di Ciputat, suka minum miras dan main judol. (Foto: istimewa)

ABNnews — Polisi ungkap kebiasaan IS, pelaku banting bayinya sendiri hingga tewas di  Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pelaku kerap mabuk-mabukan hingga bermain judi online (judol).

“Menurut info kakak iparnya, yang bersangkutan sering konsumsi alkohol atau miras dan terafiliasi judol,” kata Kompol Bambang, Rabu (17/12).

Hal itu diduga membuat emosi pelaku akhirnya tidak stabil hingga berujung menganiaya anaknya hingga meregang nyawa. Pihaknya, kata Bambang seperti dikutip dari detikcom,  akan memeriksa kejiwaan dan tes urine kepada IS.

“Sehingga emosinya tidak stabil. Kalau karakternya yang bersangkutan pendiam. Tapi, karena hal tersebut (mabuk-mabukan dan judol), yang bersangkutan tega melakukan perbuatan keji,” ujarnya.

Adapun saat ini IS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kasus tersebut ditangani Unit PPA Polres Tangerang Selatan.

Diketahui sebelumnya, pelaku IS secara tega diduga melakukan penganiayaan terhadap bayinya sendiri. Peristiwa itu terjadi di Jalan Betawi, Kampung Gunung, RT 03/RW 09, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan pada Minggu (14/12) sore.

Kejadian bermula saat bayi bernasib nahas itu tengah digendong IS. Namun si bayi terus menangis. IS kemudian meminta istrinya  membuat susu untuk si bayi. Namun, tangisan korban tidak juga berhenti, sehingga pelaku diduga emosi dan kehilangan kendali.

Dalam kondisi tersebut, pelaku diduga melempar korban ke arah lantai yang mengakibatkan benturan keras di bagian kepala bayi.

“Tersangka kesal dan emosi karena anak korban tidak berhenti menangis. Tersangka melempar anak korban yang sedang digendong ke arah lantai hingga bagian kepala anak korban terbentur yang mengakibatkan pendarahan di daerah kepala anak korban,” kata Kompol Bambang kepada wartawan.

Melihat kondisi korban yang tidak normal seusai kejadian, pihak keluarga segera membawa bayi tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, nahas korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Saat dalam perjalanan, anak korban meninggal dunia karena pendarahan di bagian kepala,” kata Bambang.

Kejadian memilukan tersebut kemudian dilaporkan oleh pihak keluarga kepada aparat kepolisian. “Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” ucap Bambang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *