banner 728x250

Nataru 2025 Diprediksi Super Padat, Ini Titik Tol yang Paling Rawan Macet

Ilustrasi (Foto: Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

ABNnews – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Menurutnya, lonjakan pergerakan masyarakat berpotensi memicu perlambatan hingga kemacetan jika tidak dikelola secara bersama-sama.

Hal tersebut disampaikan Aan saat memberikan sambutan pada apel terpadu kesiapsiagaan operasional Angkutan Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Lapangan Sasono Utomo, TMII, Jakarta, Senin (15/12/2025).

“Dengan peningkatan angka pergerakan tersebut, maka dipastikan akan terjadi perlambatan dan kemacetan. Ini yang harus kita kelola secara bersama-sama melalui sinergi dan kolaborasi,” ujar Aan.

Berdasarkan survei prakiraan pergerakan Nataru 2025/2026 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, diperkirakan sebanyak 42,01% atau sekitar 119,50 juta penduduk akan melakukan perjalanan ke luar kota. Angka ini meningkat 2,71% dibandingkan periode Nataru 2024/2025.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan jatuh pada 4 Januari 2026.

Secara nasional, tujuan perjalanan masih didominasi wilayah Pulau Jawa dengan total prakiraan pergerakan mencapai 22,75 juta perjalanan. Provinsi tujuan terbanyak yakni Jawa Tengah sebesar 16,93%, disusul Jawa Timur 14,09% dan Jawa Barat 13,90%.

Sejumlah ruas tol utama diprediksi mengalami peningkatan volume lalu lintas signifikan, antara lain Tol Jakarta–Cikampek, Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi), Cipali, Semarang–Solo, serta Surabaya–Gempol.

“Jalan tol menjadi favorit, terutama Jakarta–Cikampek sesuai hasil survei. Karena itu, persiapan strategi pengelolaan lalu lintas di jalan tol sangat penting, di samping perhatian terhadap jalan arteri,” imbuh Aan.

Selain kepadatan lalu lintas, Ditjen Perhubungan Darat juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru 2025/2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan tinggi diprediksi terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi melalui langkah mitigasi yang matang.

“Kami sebagai pemangku kepentingan transportasi darat harus menyiapkan berbagai alternatif untuk memitigasi dampak dari puncak hujan tersebut,” kata Aan.

Aan juga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari melengkapi administrasi kendaraan, memastikan kondisi kendaraan prima, hingga mematuhi aturan lalu lintas. Perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor tidak disarankan demi keselamatan.

Masyarakat juga diimbau menggunakan angkutan umum resmi yang telah melalui ramp check, membeli tiket penyeberangan maksimal H-1 sebelum keberangkatan, serta beristirahat cukup untuk menghindari kelelahan saat berkendara.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Rivan Achmad Purwantono mengatakan apel terpadu ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Nataru berjalan lancar.

“Jalan tol menjadi tujuan utama masyarakat saat Nataru dan libur panjang lainnya. Ini menjadi tanggung jawab dan kehormatan bagi kami untuk memastikan negara hadir melalui pelayanan yang optimal,” ujar Rivan.

Di sisi lain, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan kesiapan Polri dalam mendukung pengamanan, baik dari sisi manajemen lalu lintas di jalan tol dan jalan arteri, maupun di pelabuhan penyeberangan yang menjadi titik krusial pergerakan masyarakat selama Nataru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *