banner 728x250

Konflik Pakistan – Afghanistan Dinilai Perlu Mediasi Serius Negara Muslim

dr. Sarbini Abdul Murad

ABNNews — Konflik berkepanjangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali menjadi sorotan dalam dialog “Buka Mata Buka Telinga” yang disiarkan langsung di Radio Silaturahim AM 720 dan Rasil TV pada Senin (23/11).

Dalam diskusi tersebut, dr. Sarbini Abdul Murad dan Dr. Mohammad Ayub Mirdad mengulas akar masalah dan peluang penyelesaiannya.

Dr. Ayub menjelaskan bahwa akar konflik berawal dari penetapan Durand Line oleh Inggris, yang dianggap Afghanistan sebagai pembagian batas tidak adil karena mencaplok wilayahnya. Pakistan kemudian kerap memandang Afghanistan sebagai proxy dalam konflik melawan mujahidin hingga pemerintahan Ashraf Ghani. Namun, Taliban yang kini berkuasa menolak anggapan tersebut dan memilih bersikap sebagai pemerintahan yang berdaulat. Ketegangan semakin meningkat ketika kelompok perlawanan Pakistan diduga mendapat perlindungan di Afghanistan.

Sarbini menambahkan bahwa ketidakstabilan di Afghanistan juga diperburuk oleh campur tangan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, China, dan India. Ia menyebut Inggris meninggalkan banyak persoalan di wilayah jajahannya, termasuk Pakistan. Kedekatan Afghanistan dengan India, yang merupakan rival utama Pakistan, turut memicu ketegangan regional.

Menurut Sarbini, peran OKI, termasuk Arab Saudi dan Qatar, masih belum maksimal dalam mendorong perdamaian. Ia menilai pendekatan etnis dan keterlibatan ulama dapat menjadi jalan tengah mendamaikan kedua negara. Indonesia disebut memiliki peluang besar sebagai mediator karena kedekatan budaya dan keberadaan banyak tokoh ulama.

Dr. Ayub, putra Tajik kelahiran Kabul, juga meminta Indonesia lebih aktif dalam diplomasi perdamaian Pakistan–Afghanistan. Faktor ekonomi disebut menjadi pemicu tambahan konflik di kawasan. “Jika ekonomi membaik, banyak persoalan dapat diselesaikan tanpa militer,” ujar Sarbini.

Ia menegaskan bahwa negara-negara besar tidak memiliki kepentingan atas stabilitas Pakistan dan Afghanistan, sehingga proses perdamaian harus diperjuangkan oleh negara-negara muslim sendiri.

“Konflik berkepanjangan ini tidak menguntungkan kedua pihak. Pakistan dan Afghanistan harus saling menghormati kedaulatan,” katanya.

Nadzar Lendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *