ABNnews — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membuktikan diri sebagai kacung Israel. Sejauh ini FIFA tidak berani menghukum Israel meski desakan agar negara zionis itu disanksi karena aksi genosida di Gaza dalam dua tahun terakhir.
Presiden FIFA, Gianni Infantino berkelit pihaknya tak bisa selesaikan problem geopolitik. Infantino tidak menyebut nama ‘Israel’ dalam pernyataannya. Namun, pria asal Swiss-Italia itu memberi indikasi bahwa FIFA tidak bisa menghukum Israel.
“Di FIFA, kami berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola guna menyatukan masyarakat di dunia yang terpecah belah. Pikiran kami bersama mereka yang menderita dalam berbagai konflik yang terjadi di seluruh dunia saat ini, dan pesan terpenting yang dapat disampaikan sepak bola saat ini adalah perdamaian dan persatuan.”
“FIFA tidak dapat menyelesaikan masalah geopolitik, tetapi dapat dan harus mempromosikan sepak bola di seluruh dunia dengan memanfaatkan nilai-nilai pemersatu, pendidikan, budaya, dan kemanusiaannya,” ucap Infantino dikutip dari Reuters.
Pernyataan Infantino memberi pertanda bahwa FIFA tidak akan tunduk pada desakan yang ada. FIFA dan juga UEFA hingga kini dianggap menerapkan standar ganda terhadap Israel, karena sebelumnya FIFA menghukum Rusia tidak lama setelah invasi ke Ukrain pada 2022.
Tidak mengejutkan kalau Infantino memberi pesan kuat bahwa belum akan ada tindakan apapun yang serius soal Israel, sebab FIFA tidak lebih dari kacung berstandar ganda.
Untuk diketahui, Israel masih melakoni laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, yang digelar mulai Kamis (09/10) hingga Rabu (15/10).
Israel sendiri dijadwalkan akan bertandang ke Ullevaal Stadion, Oslo pada Sabtu, 11 Oktober 2025, untuk menghadapi tuan rumah Norwegia, serta menghadapi Italia di Bluenergy Stadium, Udine, pada Rabu, 15 Oktober 2025.













