ABNnews — Polda Metro Jaya menggelar patroli skala besar pada Minggu (31/08). Keputusan ini diambil pascaunjuk rasa besar-besaran selama beberapa hari terakhir yang berujung anarkistis.
Operasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan, menjaga situasi tetap kondusif, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kegiatan patroli ini dilaksanakan untuk Jaga Jakarta, memberikan perlindungan kepada masyarakat dan memberikan rasa aman di tengah aktivitas warga,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, patroli skala besar ini dipimpin Karo Ops Polda Metro Jaya. Sebanyak 342 personel gabungan dikerahkan dalam patroli kali ini.
“Terdiri dari personel Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Di sisi lain di 13 Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya melakukan hal yang sama, besok dilakukan kegiatan serupa dan kegiatan ini melibatkan beberapa stakeholder bersama sama dengan jajaran TNI dan Pemprov DKI,” kata Ade Ary.
Ia menjelaskan, operasi dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, bergerak ke arah wilayah hukum Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Kelompok kedua ke wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Kemudian ketiga patroli ke wilayah Jakarta Selatan dan juga Depok.
Hingga Senin (01/09) pukul 00.50 WIB, lampu penerangan jalan umum dan traffic light di sekitar simpang lima Senen, Jakarta Pusat, alami rusak. Suasana kawan itu tampak lengang
Halte Transjakarta yang sebelumnya terbakar sudah mulai diperbaiki. Terlihat beberapa orang melakukan pengelasan di halte tersebut dengan penjagaan dari anggota TNI disekitarnya.
Sementara di simpang lima Senen, nampak sejumlah anggota TNI berpakaian loreng warna hijau yang terus melakukan penjagaan dan mengatur arus lalu lintas.
Kedua ruas jalan di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat juga mengalir lancar. Namun kawasan itu terlihat gelap.