banner 728x250

Pertamina Kasih ‘Resep Rahasia’ ke Mama-Mama Papua, Bisa Tembus Pasar Nasional!

Foto dok Pertamina

ABNnews – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Kasim kembali bikin gebrakan lewat program pemberdayaan masyarakat. Kali ini, warga Kampung Kasimle, Distrik Seget, dapat pelatihan khusus membuat tepung dan biskuit kelapa.

Pelatihan berlangsung di Balai Pertemuan Kalifiti, Kamis (28/8), dan diikuti kelompok rentan yang terdiri dari perempuan adat, lansia, janda, hingga penyandang disabilitas. Mereka dikenal sebagai kelompok yang kerap tersisih dari ruang pengambilan keputusan.

“Di tengah keterbatasan, Kampung Kasimle punya potensi luar biasa yaitu kelapa. Sayangnya selama ini hanya diolah jadi minyak,” ujar Ferdy Saputra, Area Manager Communication, Relation, CSR & Compliance Kilang Kasim.

Kilang Kasim pun menggandeng Aden’s Snack, UMKM Sorong yang sudah menembus pasar nasional, untuk jadi mentor. Pemiliknya, Khorunissa, turun langsung mengajari mama-mama Kasimle cara bikin biskuit kelapa.

“Semangat belajar mereka luar biasa. Saya optimis olahan dari Kasimle bisa jadi oleh-oleh khas Sorong,” kata Khorunissa. Ia bahkan membuka peluang kerja sama jangka panjang untuk membeli bahan baku dari warga.

Ferdy menambahkan, setelah sukses dengan program Rumah Minyak Kelapa, pihaknya ingin mendorong warga agar bisa mandiri secara ekonomi. “Kami ingin mama-mama Kasimle naik kelas, dari sekadar produksi minyak tradisional jadi produk bernilai jual tinggi,” tegasnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menegaskan, inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan target net zero emission 2060.

“Kehadiran Pertamina diharapkan selalu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Energi tetap kami jalankan, tapi masyarakat juga harus merasakan dampaknya lewat kemandirian ekonomi,” jelas Fadjar.

Pertamina lewat Kilang Kasim memastikan akan terus mengembangkan program inovasi sosial berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) agar masyarakat Papua Barat Daya bisa tumbuh mandiri di tengah transisi energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *