banner 728x250

Perlakukan Mayit Secara Lembut, DPTC PKS Cimanggis Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah

Ustadz Abdul Aziz (kopiah hitam) saat memberikan pelatihan Pemulasaran Jenazah secara Medis & Syar'i di Rumah Peduli, Depok, Ahad (31/8/2025)

ABNnews – Salah satu bentuk jariah kebaikan bagi seorang Muslim adalah dengan memuliakan jenazah. Mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan hingga menguburkan. Itu pula yang diperlihatkan dalam Pelatihan Pemulasaran Jenazah Sesuai Syar’i & Medis yang digelar DPTC Partai Keadilan Sejahtera Kecamatan Cimanggis Kota Depok, Jawa Barat, Ahad, 31 Agustu 2025.

Materi yang disampaikan begitu menarik, karena selama ini urusan memandikan jenazah biasa dilakukan oleh petugas yang ilmunya diperoleh dari turun temurun.

Nah, dalam pelatihan ini peserta diberi wawasan yang lebih luas terkait syarat menjadi petugas pemulasaran jenazah. “Harus amanah, Islam, Tamyiz dan berakal. Juga tak kalah penting, harus orang terdekat dari si mayit. Bisa anaknya, ayahnya, saudaranya dan harus memperlakukan secara lembut,” kata Ustadz Abdul Aziz, S.Ag, selaku pemateri.

Dikatakan Abdul Aziz, petugas janaiz juga tidak boleh menceritakan aib si mayit. Termasuk jika si mayit ada kekurangan di dalam tubunhnya. Seperti panu, kurap, atau penyakit lainnya.

“Kasus yang pernah saya temukan lebih parah lagi. Boleh dibilang sadis, karena si mayit diperlakukan secara kasar. Ada yang dikorek-korek, bahkan di masukkan selang. Ada pula yang dikretek paksa, meski tangan atau kakinya sudah kaku,” terangnya.

Oleh karenanya, melalui pelatihan pemulasaran jenazah secara medis dan syar’i ini, ustadz Aziz memberitahukan kepada peserta dalam memperlakukan jenazah itu sama seperti ketika orangnya masih hidup. “Auratnya juga harus ditutup bukan diperlihatkan atau diumbar begitu saja,” tegasnya.

Ketua DPTC PKS Cimanggis Kota Depok, Ahmad Syihan ketika memberikan sambutan di Pelatihan Pemulasaran Jenazah Secara Medis & Sayr’i di Rumah Peduli, Ahad (31/8/2025)

Sedangkan, Ketua Seksi Pemberdayaan Umat DPTC Cimanggis, Ustadz Rudi Syafrudin Umar, Lc yang menyambut baik pelatihan tersebut. Mengingat saat ini petugas memandikan jenazah stok nya terbatas lantaran banyak orang tak berminat memilih profesi ini.

“Seharusnya kita semua sudah siap ketika ada keluarga, kerabat saudara atau teman dekat yang meninggal dunia bisa bantu dalam pemuliaannya. Untuk itu, lewat pelatihan ini diharapkan setiap kader memiliki kompetensi di bidang ini yang bisa bermanfaat bagi umat,” katanya.

Hal serupa dikatakan Ketua DPTC Cimanggis, Ahmad Syihan, MT yang mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap akan muncul kader yang bisa melanjutkan keilmuan dibidang janaiz.

“Semoga setelah ini bisa dilanjutkan dengan pelatihan untuk kaum ibu agar kita semakin paham dan mengerti batasan-batasan seperti apa jika jenazahnya laki-laki. Dan bagaimana pula hukumnya jika jenazah itu perempuan. Siapa saja yang boleh memandikannya dan apa saja syaratnya secara syar’I dan medis,” ungkapnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *