ABNnews – Tiga anggota DPR RI dari kalangan artis, yakni Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach, akhirnya angkat suara.
Mereka kompak menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia usai menuai kritik dan kegaduhan publik.
Permintaan maaf itu disampaikan lewat video yang diunggah di akun media sosial masing-masing. Momen ini muncul di tengah gelombang protes keras terhadap perilaku para wakil rakyat, bahkan sempat berujung pada aksi massa hingga penjarahan rumah beberapa anggota dewan.
Eko Patrio Minta Maaf Soal Joget di Sidang MPR
Eko Patrio, anggota DPR dari PAN, tampil dalam video bersama rekannya sesama politisi PAN, Pasha Ungu. Eko mengaku perbuatannya telah menimbulkan keresahan publik.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan saya,” ujar Eko.
Eko jadi sorotan setelah terekam kamera berjoget saat Sidang Tahunan MPR RI. Situasi makin panas setelah ia mengunggah video parodi yang dinilai tak sensitif terhadap penderitaan rakyat.
Uya Kuya Akui Bikin Luka Publik
Tak hanya Eko, anggota DPR PAN lainnya, Uya Kuya, juga ikut minta maaf. Ia mengaku tindakannya, baik disengaja maupun tidak, telah menimbulkan luka di hati rakyat.
“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Uya berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap. “Tidak ada niat membuat gaduh. Tapi janji saya, saya akan lebih berhati-hati lagi dalam bersikap,” tambahnya.
Nafa Urbach Sesali Pernyataan soal Tunjangan
Sementara itu, anggota DPR NasDem, Nafa Urbach, menyesali ucapannya terkait tunjangan rumah anggota dewan yang memicu kontroversi.
“Dengan segala kerendahan hati, saya Nafa Indria Urbach meminta maaf sebesar-besarnya atas setiap perkataan saya yang menyakiti hati masyarakat Indonesia,” ujarnya dengan suara bergetar.
Nafa berharap publik bisa memaafkannya. “Sekali lagi, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” tutupnya.
Rentetan permintaan maaf ini memicu reaksi beragam. Ada yang menilai iktikad baik itu patut diapresiasi. Namun, tak sedikit pula yang menuntut pertanggungjawaban lebih dari sekadar kata maaf, mendesak para wakil rakyat membuktikan empati dan kerja nyata untuk rakyat.