banner 728x250

Drama Politik di Istana: Prabowo Kumpulkan Ketum, Isu Tunjangan DPR Jadi Sorotan Panas

Ilustrasi. Istana Merdeka (Foto: Istimewa)

ABNnews – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah ketua umum partai politik di Istana Negara, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Salah satu yang sudah hadir adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

“Hari ini saya bersama siapa saya nggak tahu, pokoknya akan ada pertemuan dengan Presiden. Terus yang kedua, nanti akan ada rapat kabinet,” kata Cak Imin kepada wartawan di Kompleks Istana.

Cak Imin menjelaskan pertemuan ini sudah dijadwalkan Prabowo sejak lama. Menurutnya, Presiden ingin merespons situasi yang tengah berkembang di masyarakat saat ini.

Salah satu isu yang tak bisa dihindari adalah sorotan tajam publik terhadap tunjangan DPR. Cak Imin menegaskan kritik tersebut harus jadi bahan evaluasi serius.

“Tentu saja ini momentum untuk kita semua melakukan evaluasi, sekaligus mereformasi diri masing-masing. Semua lembaga saya kira, baik legislatif maupun eksekutif, untuk benar-benar memahami tuntutan aspirasi rakyat. Aspirasi itu menunjukkan solidaritas,” ucapnya.

Cak Imin pun mendukung evaluasi total terhadap tunjangan rumah anggota DPR. Ia menilai kebijakan yang memicu kecemburuan sosial harus segera dihentikan.

“Ya, tunjangan rumah harus dievaluasi. Semua, semua dievaluasi. Semua yang bersifat menghasilkan kecemburuan, dievaluasi,” tegasnya.

Selain Cak Imin, Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) juga hadir di Istana. Ia datang mewakili Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang masih dalam perjalanan dari Tiongkok usai tugas negara.

“Saya mewakili Mas AHY. Kebetulan Mas AHY lagi perjalanan kembali dari Tiongkok, jadi saya mewakili Demokrat untuk bertemu Bapak Presiden. Saya belum tahu topiknya mengenai apa,” kata Ibas.

Meski begitu, Ibas menegaskan Demokrat sudah mendengar aspirasi publik soal tunjangan DPR. Partainya, kata dia, sepakat evaluasi harus dilakukan.

“Tentu kami ingin mengoreksi secara dalam sebagai introspeksi. Kami ingin mengevaluasi tuntutan mahasiswa atau publik yang menginginkan tunjangan DPR RI dihentikan. Tentu kami setuju, segala sesuatu terkait keuangan negara harus benar-benar untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MPR Ahmad Muzani juga lebih dulu tiba di Istana. Namun ia mengaku belum mengetahui topik pasti yang akan dibahas Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *