ABNnews — Kendaraan taktis (Rantis) milik Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri menjadi buah bibir di masyarakat usai menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan hingga tewas pada Kamis (28/08) malam di kawasan Pejompongan, Jakarta.
Dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, tampak rantis tersebut terlihat melaju cepat di tengah kerumunan massa aksi hingga berujung peristiwa tragis yang merenggut nyawa Affan Kurniawan. Imbas peristiwa itu menimbulkan gelombang amarah besar di kalangan masyarakat.
Secara umum, Rantis terdiri dari beberapa jenis dengan peruntukan yang berbeda-beda. Mobil-mobil ini memiliki spesifikasi yang jauh berbeda dari kendaraan biasa karena fungsinya yang spesifik dan sering kali berhadapan dengan situasi berisiko tinggi. Selain melintas di perkotaan, rantis juga dipersiapkan untuk melintas di lokasi-lokasi ekstrem.
Rantis tidak hanya berupa mobil, tetapi juga termasuk kendaraan roda 2 berupa motor trail. Rantis lazim ditempatkan di berbagai Polda dan dioperasikan oleh anggota Brimob.
Fungsi Kendaraan Taktis
Dalam buku Orientasi Kendaraan Taktis dan Mengemudi yang disusun oleh Tim Pokja Lemdiklat Polri dan terbit pada tahun 2019, mobil rantis memiliki fungsi yang berbeda tergantung dengan jenisnya. Beberapa fungsi mobil rantis dalam operasi Brimob diantaranya:
1. Pengendalian Massa
Rantis digunakan untuk menghadapi demonstrasi atau kerusuhan. Jenis kendaraan ini biasanya dilengkapi dengan lapis baja dan fitur-fitur untuk membubarkan massa seperti pelontar gas air mata. Ada pula rantis yang dibekali dengan water cannon untuk mengurai kerumuman.
2. Pengawalan VVIP
Salah satu fungsi rantis adalah untuk pengawalan VVIP. Kendaraan ini akan memberikan perlindungan maksimal terhadap pejabat dan tokoh penting saat melakukan perjalanan.
3. Penanggulangan Terorisme
Beberapa rantis bisa digunakan untuk mendukung operasi penyerbuan atau pengejaran guna mendukung unit antiteror.
4. SAR dan Evakuasi
Rantis juga berfungsi untuk melakukan penyelamatan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat lainnya. Rantis ini mampu mengangkut personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk evakuasi.
5. Patroli Keamanan
Salah satu tugas polisi adalah memastikan keamanan di daerah, termasuk di wilayah yang rawan konflik dan teror. Berpatroli di area dengan medan sulit dan berpotensi rawan konflik membuat Polisi membutuhkan kendaraan yang berbeda.
Harga Satu Unit Rantis
Harga mobil rantis Brimob bervariasi, tergantung dari jenisnya. Sebagai contoh, harga rantis Maung Pindad versi sipil dengan ukuran yang lebih kecil, lebih ringan, dan spesifikasi lebih rendah dijual dengan kisaran harga Rp600.000.000 per unit. Jadi, sudah bisa dipastikan harga satuan rantis versi militer akan mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), anggaran untuk pengadaan rantis Polri mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Pada tahun anggaran 2024, tender “Pengadaan Rantis Penghalau Massa” tercatat dengan nilai pagu sekitar Rp199,7 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa unit kendaraan.
Secara spesifik, pagu untuk pengadaan rantis di Polda Metro Jaya, berdasarkan tender “Pengadaan Rantis dan Ran Ops Brimop Polda Metro Jaya APBN T.A. 2024” mencapai Rp29.230.000.000.
Angka ini selaras dengan estimasi harga internasional untuk kendaraan serupa di beberapa negara lain.
Spesifikasi Rantis
Spesifikasi mobil rantis Brimob berbeda-beda tergantung dari jenis kendaraan dan peruntukannya. Mobil taktis yang melindas pegemudi ojol diduga merupakan rantis Rimueng. Kata Rimueng berasal dari Aceh yang berarti harimau. Rimueng merupakan salah satu armada terbaru dan paling canggih milik Korps Brimob Polri
Rantis Rimueng pada dasarnya merupakan kendaraan yang berfungsi untuk pengamanan VVIP, patroli jarak jauh, penanganan unjuk rasa, hingga bisa digunakan sebagai kendaraan tempur.
Bak kendaraan Monster, Rantis memiliki bobot sekitar 14 ton. Hal ini merupakan gambaran betapa Rantis memiliki tingkat perlindungan yang tinggi. Hal itu didukung teknologi full body armor plate atau bodi lapis baja setebal 8 milimeter, yang dirancang untuk menahan tembakan senjata ringan dan benturan keras.
Rantis Brimob Polri juga didukung kaca antipeluru, dengan ketebalan NIJ level 3 dan tahan terhadap ledakan geranat sekalipun.
Kendaraan ini memiliki mesin diesel keluaran Mercedez Benz 5.000 cc bertenaga besar dan didukung sistem suspensi yang kokoh.
Bannya dirancang khusus run flat tire sehingga tetap bisa melaju meski mengalami kerusakan akibat ditembak peluru atau ranjau. Dalam keadaan normal bisa berlari hingga 100 km per jam di jalanan perkotaan.
Sementara jika dalam keadaan ban kempes, monster itu masih bisa sprint dengan kecepatan 80 km per jam. Belum cukup itu, Rantis Rimueng mampu melintasi medan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat.
Untuk urusan persenjataan, di atas Rantis Rimueng bisa dibekali mounting gun jenis senapan serbu dan 2 volcano gas air mata kaliber 38 mm. Ada lubang tembak di setiap sisi membuat personel yang berada di dalam bisa menembak tanpa harus keluar.
Kendaraan ini mampu menampung hingga 14 personel lengkap dengan perlengkapan tempur. 4 orang di bagian dalam dan 8 orang berdiri di footstep kanan dan kiri bagian luar. Dengan speeifikasi dhasyat tersebut, maka tidak heran kalau Rantis disebut sebagai monster sekaligus tameng berjalan.