ABNnews — Halte TransJakarta Toyota Rangga Senen, Jakarta Pusat, dibakar oknum massa demonstran, Jumat (29/08) sekira pukul 20.00 WIB. Halte yang selesai direnovasi pada 31 Mei 2023 tersebut tampak hangus dan tinggal kerangka.
Sebelum aksi pembakaran terjadi, massa Demonstran berkumpul di bawah jembatan layang Pasar Senen sejak petang. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “polisi pembunuh” di atas jembatan layang.
Ketegangan antara massa demonstran, Brimob, serta sejumlah warga sekitar pun terjadi. Bentrokan pun pecah. Massa kemudian membakar halte, kaca-kaca halte dipecahkan, temboknya dihancurkan. Kemudian barang-barang yang dijual di mini market di halte tersebut dijarah.
Mengutip dari antaranews, Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Ayu Wardhani membenarkan peristiwa pembakaran tersebut.
“Betul, sebagian sisi Halte Senen Toyota Rangga dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” kata Ayu di Jakarta, Jumat (29/08).
Ayu mengatakan, sebelumnya juga terjadi aksi vandalisme dan perusakan fasilitas halte pada beberapa halte Transjakarta. Ia mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya aksi perusakan fasilitas publik.
Lebih jauh Ayu mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik, agar manfaatnya bisa terus digunakan oleh banyak orang.
Saat ditanyai terkait jumlah halte Transjakarta yang dibakar massa, Ayu mengatakan saat ini pihaknya sedang memastikan hal tersebut. “Karena CCTV sudah mati. Tim kami di lapangan tertahan saat akan mendekat ke lokasi,” kata Ayu.
Adapun demonstrasi pada Jumat, merupakan respon atas meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam kemarin, 28 Agustus 2025. Affan meninggal karena dilindas menggunakan kendaraan taktis atau rantis milik Brimob.
Massa demonstran menuntut agar polisi membuka identitas pelaku yang melindas Affan. Massa juga menyatakan tidak percaya soal pemeriksaan pelaku oleh polisi karena masih satu institusi.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri sudah menyebutkan tujuh nama anggota polisi yang diduga melindas Affan.
“Tujuh nama tersebut yakni Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat dan Kompol Cosmas Kaju,” kata Asep di depan para mahasiswa di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025.