banner 728x250

4 Nyawa Melayang Imbas Demonstrasi di Indonesia: Jakarta 1, Makassar 3

Kantor DPRD Makassar dibakar massa demonstran. (Foto: istimewa)

ABNnews — Aksi demonstrasi menuntut pembubaran DPR yang digelar pada Kamis (28/08) dan Jumat (29/08), memakan korban jiwa empat orang.

Di Jakarta, pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta pada Kamis (28/08) malam.

Kematian Affan Kurniawan memicu aksi demo semakin meluas. Usai mengubur jenazah almarhum Affan pada Jumat (29/08) siang, para pengemudi ojek online mendatangi Markas Brimob Polda Metro Jaya di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat. Mereka meminta jaminan atau kepastian bahwa anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis Brimob dihukum berat.

Sekitar pukul 14.00 WIB, eskalasi meningkat dengan massa pendemo mulai menerobos masuk ruas jalan di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.  Di depan Mako Brimob, massa meneriakkan protes dan mendesak polisi untuk keluar sekaligus menunjukkan diri. Selain itu, massa mencopot papan plang bertuliskan Brimob dan menembakkan petasan.

Sekitar pukul 15.00 WIB, polisi menembakkan gas air mata dari dalam Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. Massa lalu berlarian panik menghindari gas air mata.

Tiga orang kehilangan nyawa di Makassar

Setelah di Jakarta, korban jiwa kembali bergelimpangan pada aksi unjuk rasa yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia, diduga karena terjebak dalam ruangan saat massa demonstrasi membakar kantor DPRD di Kota Makassar pada Jumat, (29/08) petang hingga Sabtu (30/08) dini hari WITA.

Ketiganya adalah, Abay yang merupakan staf Humas DPRD, Sarina adalah staf di Fraksi PDIP, dan Saiful, pejabat Kecamatan Ujung Tanah.

Abay dan Sarina meninggal karena terjebak dalam gedung, jenazahnya ditemukan tim Damkar Makassar usai proses pemadaman api.

Sementara Saiful yang terjebak didalam gedung DPRD berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai empat. Ia sempat dievakuasi ke RS Grestelina Makassar tapi nyawanya tidak tertolong.

Diketahui, demonstrasi di Makassar terjadi di beberapa titik, area sekitar Universitas Hasanuddin (Unhas), area kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), area sekitar Universitas Negeri Makassar (UNM), dan area DPRD Sulsel.

Demo berlangsung sejak Jumat (30/08) pukul 14.00 WITA tanpa adanya penjagaan dari pihak kepolisian. Hingga sekitar pukul 20.00 WITA, pos polisi yang berlokasi di pertigaan Jalan Alauddin-Pettarani dan di samping Flyover Pettarani dibakar massa.

Tak berselang lama, satu unit motor juga dibakar di depan gerbang gedung DPRD Kota Makassar, yang berlokasi di Jalan AP Pettarani. Pembakaran motor dan pos polisi, menjadi “titik awal” massa menduduki kantor DPRD Makassar.

Demonstrasi juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, dengan sejumlah kericuhan di laporkan, seperti di Bandung, Jawa Barat dan Solo, Jawa Tengah. Namun sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa seperti di Jakarta dan Makassar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *