banner 728x250

Akses Kesehatan 3T: Kapal RS PIS Bantu Warga Papua Tanpa Biaya

Foto dok Pertamina

ABNnews – Akses kesehatan di wilayah 3T kembali diperkuat! PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) kembali menghadirkan layanan kesehatan terapung melalui Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II.

Kali ini, kapal rumah sakit itu berlabuh di Waigeo Utara, Papua Barat Daya, sejak 10 Juni 2025 dan akan beroperasi selama 60 hari hingga Agustus. Targetnya? 10 ribu warga dari tujuh distrik bakal mendapat layanan medis gratis.

“Kerja sama ini bagian dari komitmen PIS di bidang sosial, melalui program BerSEAnergi untuk Laut,” kata Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron, Senin (7/7/2025).

Layanan Gratis, Operasi Sesar Darurat hingga Klinik Spesialis

Dalam 20 hari pertama, RS kapal ini sudah menangani lebih dari 1.300 pasien, termasuk dua operasi sesar darurat yang menyelamatkan ibu dan bayinya.

Kapal seluas 900 m² ini dilengkapi 21 bed rawat inap, 2 ruang bedah mayor, IGD, ruang bersalin, laboratorium, klinik umum dan spesialis, hingga bank darah. Total ada 35 tenaga medis yang siaga, termasuk dokter umum, spesialis anak, obgyn, penyakit dalam, dan bedah.

“Kasus paling kritis yang kami tangani adalah bayi dengan tali pusat melilit leher. Tanpa penanganan cepat, nyawanya bisa melayang,” ujar Ketua doctorSHARE, Tutuk Utomo.

Baron menyebut ini kelanjutan dari program serupa di Seget, Sorong, pada 2023 lalu. “Kami percaya bahwa kapal bisa jadi bukan hanya pengangkut energi, tapi juga harapan hidup,” tegasnya.

Kolaborasi ini juga mendukung prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta tujuan SDGs, terutama poin SDG 3 (kesehatan), SDG 10 (pengurangan kesenjangan), SDG 14 (lautan berkelanjutan), dan SDG 17 (kemitraan).

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. “Ini bukti nyata kontribusi BUMN dalam bidang kesehatan, hingga ke pelosok Papua. Kami ingin hadir sampai ke titik terjauh negeri,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *