ABNnews – Rentetan peristiwa penting seputar pengamanan Timor Timur pada masa sebelum referendum dan jajak pendapat (1998-1999) silam oleh pasukan elite Korps Brimob Polri tersaji dalam sebuah Buku berjudul Brimob Penjaga Negeri: Kompi Pemburu Rajawali IV.
Buku karya Perwira tinggi (Pati) Polri, Brigjen Pol Harry Kurniawan tersebut, meyuguhkan galeri foto dokumentasi, administrasi, serta sejumlah catatan kegiatan penugasan ‘spesial’ Korps Brimob dalam menjaga keamanan bumi lorosae.
Brigjen Harry Kurniawan yang menjabat Auditor Sispamobvitnas Tingkat II Baharkam Polri ini mengatakan, penugasan ‘spesial’ yang dimaksud lantaran untuk pertama dan terakhir kalinya Korps Brimob diberi kepercayaan masuk ke sebuah tim elite ABRI (TNI & Polri saat ini) bentukan Presiden Prabowo Subianto yang kala itu menjabat Danjen Kopassus.
Menurut Brigjen Harry, Kompi Pemburu Brimob Rajawali IV adalah pasukan Brimob pertama dan terakhir yang pernah melaksanakan Latihan gabungan bersama pasukan elite TNI lainnya seperti Kopassus, Marinir/Denjaka, dan Paskas Angkatan Udara.
“Ini merupakan suatu kehormatan kebanggaan sekaligus sejarah penting bagi Korps Baret Biru,” kata Harry dalam keterangan resminya. Sabtu (17/5/25).
Harry mengatakan keinginannya mewarnai khazanah literasi negeri. Khususnya memperkaya ruang histori Polri melalui buku yang dia tulis itu.
“Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah,” ungkapnya.

Buku yang telah launching di Aula Soemarto, Markas Gegana Brimob Kelapa Dua Depok, pada Kamis (8/5/25) yang lalu itu mendapat banyak apresiasi.
Komandan Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra, yang juga merupakan Komandan Kompi Pemburu Rajawali IV, menyambut baik peluncuran buku ini.
Ia berharap, ilmu dan pengalaman dari pasukan legendaris ini dapat ditularkan kepada seluruh anggota Brimob di Indonesia.
“Ilmu (Kompi Pemburu Rajawali,red) ini bisa kita kembangkan sampai ke anggota Brimob seluruh Indonesia. Jangan kita sendiri yang hebat. Kita sebarkan ilmu rajawali ke mereka,” tegasnya.
Wakil Komandan Korps Brimob Polri Irjen Ramdani Hidaya juga memuji hadirnya buku Kompi Pemburu Rajawali IV karena menyuguhkan tulisan yang mudah di mengerti dan dokumentasi yang lengkap.
Menurut Ramdani, para anggota Polri lainnya dapat mencontoh kiprah Brigjen Harry yang mampu mendokumentasikan penugasannya ke dalam sebuah karya tulis yang ciamik.
“Dokumentasi di buku ini cukup lengkap. Luar biasa. Termasuk catatan dan foto-foto,” ujarnya.













